31
May

Di Do’a Ibuku Dengar, Ada Namaku Disebut..

Waktu kecil dulu, aku sering denger lagu ini beberapa kali diputar di TVRI. Lagu itu tak bermakana buat ku waktu itu. Ikutan nyanyi tapi ga ngerti maksudnya. Aku baru teringat lagu itu lagi beberapa minggu yang lalu saat aku pulang ke Semarang.

 

Mungkin bukan satu hal istimewa, tapi sangat menyentuh. Hari sudah menjelang pagi ketika aku terbangun karena haus. Samar kudengar suara isak tangisan. Pelan kucari asal suara tangisan itu. Suara itu berasal dari tempat sholat. Kuintip siapakah gerangan yang pagi buta begini sedang bermuhasabah. Ternyata tak lain dan tak bukan adalah ibuku. Biasanya ibu tak pernah bersuara saat merapalkan do’a2 nya. Tapi mungkin karena malam ini terbawa suasana, tanpa sadar malam itu membisikkan suaranya hingga cukup bisa kudengar.

 

Penasaran dengan apa yg membuat ibu menangis, aku lupa dengan tujuan awalku untuk mengambil minum. Alih2 ke dapur aku justru khusyuk mendengarkan do’a ibu di sela isak tangisnya. Di awal do’a yg ibu panjatkan, ibu menyebut nama Akbar (ponakanku). Semua kebaikan dan harapan untuk Akbar, ibu sebutkan. Kemudian Lia (kakak Akbar). Selesai do’a untuk Lia, ibu menyebut nama Hana (adik Lia). Do’a berikutnya untuk kakakku. Berikutnya adalah namaku yang disebutnya. setelah itu giliran Bapak. Dan sangat mencengangkan ketika ibu mengakhiri do’a nya tanpa mengucapkan sepatah do’a pun untuk dirinya sendiri..FANTASTIS!!

 

Ketika keesokan harinya aku bertanya pada ibu kenapa beliau tidak merapalkan sepatah do’a pun untuk dirinya sendiri, ibu menjawab: “Nduk..bungahe wong tuwo kuwi yen iso meruhi anak putune tansah pinaringan bagas, waras slamet lan uripe kepenak. Ibu ora liyo yo mung pengen kuwi.”  (Nduk, kebahagiaan orang tua itu kalo bisa melihat hidup anaknya senantiasa dilimpahi kesehatan, keselamatan dan hidup bahagia. Ibu hanya menginginkan itu).

 

Mendengar jawaban ibu, aku jadi malu. Betapa cintanya tak berbatas. Tak pernah lekang dimakan waktu. Tak pernah berkarat meskipun seringkali aku mengecewakannya entah secara sadar atau tidak. Cintanya tanpa syarat. Dia ada ketika aku senang dan setia ketika aku susah.

 

Semoga 4JJI mendengar dan mengabulkan do’a2 mu, Ibu..karena aku ingin melihatmu bahagia..

06
Feb

Izinkan Aku Mencintai MU…

Ya 4JJI…Engkau yang Maha Pengasih & Maha Penyayang..

Engkau penguasa alam semesta, ampunilah dosa ku…

Wahai Zat yang Maha Agung, kembali aku bersimpuh menghadap ke haribaan Mu…memohon belas kasih Mu..

Ya Rabb, di antara ketidakberdayaanku..hanya Engkau satu satunya harapanku. Engkau satu satunya tempat aku bergantung. .dan satu satunya penolongku..

Aku tahu ya 4JJI banyak manusia di bumi ini yg lebih layak menjadi hamba Mu..masih banyak yang lebih layak untuk mendapatkan tempat di sisi Mu..Aku tidak sekuat Khadijah, tidak sekokoh Fatimah, tidak secerdas Aisyah..tapi aku mohon izinkan aku menjadi hamba Mu..Izinkan aku untuk mendapatkan sedikit tempat di sudut surga Mu…

Di antara rapuhnya raga ini..di antara kelabilan jiwa ini..di antara ketidakberdayaan ini..aku mohon, izinkan aku untuk membuktikan bahwa aku layak untuk menjadi hamba Mu..Oleh karena itu ya 4JJI..beri aku kekuatan, beri aku kesabaran, beri aku keikhlasan agar aku selalu mampu untuk berprasangka baik pada Mu, agar aku mampu untuk melihat takdir indah yang sedang kau rajutkan untukku..dan agar aku mampu untuk tetap berdiri tegar di jalan Mu..

4JJI..Engkau satu2 nya tempat ku bergantung..Aku tahu Engkau Baik, Aku tahu Engkau penuh kasih..Aku tahu pertolongan Mu sangat dekat..maka hindarkanlah aku dari segala permasalahan yang melebihi kekuatanku..

4JJI..izinkan aku mencintai Mu..

19
Jan

Wanita..

Sabtu lalu seperti sabtu2 sebelumnya, kami nonton. Kali ini kami (aku, wak genk, mbitchy, prime, kong n ari sulis) nonton produk dalam negeri. Dan ga seperti sebelumnya film kali ini mutu banget. Judulnya “Perempuan Berkalung Sorban”. Pertama denger judulnya kusangka ni film nyeritain mengenai perjuangan Cut Nyak Dien. Ternyata dugaanku meleset jauh banget. Ni film ga ada hubungannya sama sekali dengan perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda.

Film ini menceritakan tetang perjuangan juga, tapi perjuangan seorang wanita untuk mendapatkan hak nya. Kisah ini berawal di sebuah pesantren di daerah Jombang. Seorang gadis kecil bernama Anisa yang mulai mengenal cinta. Sayangnya cinta yang seharusnya indah itu harus dipisahkan oleh jarak. Yup, lelaki yang dia cintai (Khudori) harus menuntut ilmu ke Mesir. Maka dengan sedih hati Anisa merelakan kepergian Khudori demi masa depan pesantren yg dipimpin ayah Anisa.

Tapi bukan kisah cinta mereka yang membuat aku terkesan pada film ini. Yang membuat aku tertarik adalah ketegaran Anisa dalam memperjuangkan apa yang menjadi hak nya. Sebagai putri seorang anak pemilik pondok pesantren tentu kehidupan Anisa kecil kental dengan nuansa islami termasuk aturan2 tentang pergaulan wanita sekaligus hak dan kewajibannya. Sejak kecil Anisa sudah dijejali mengenai doktrin bahwa wanita adalah konco wingking, artinya bahwa wanita harusnya sudah merasa terhormat dengan menjadi seorang istri dan seorang ibu. Pahala wanita itu cukup di dapat dengan mengabdi pada suami, sehingga wanita tak berhak untuk berpendapat. Wanita ga perlu nuntut ilmu terlalu tinggi dan wanita ga bole menolak atau melawan keinginan suami, dengan mengatasnamakan dosa dan laknat 4JJI. Anisa gadis yg kritis, ketika ustadz nya menerangkan mengenai sebuah hadits bahwa istri tidak bole menolak ketika suami meminta untuk “dilayani”, dia bertanya pada ustadznya bagaimana kalo yang terjadi adalah sebaliknya yaitu istri yang ingin “dilayani” , apakah suami juga harus mengiyakan ketika sebenarnya sang suami tidak mau. Namun sayangnya alih2 sang ustadz menjelaskan makna hadits itu dengan bijaksana, sang ustadz justru memarahi Anisa bahwa hal itu tidak selayaknya ditanyakan kalo ga mau berdosa. Sampai akhirnya Anisa pun dilarang untuk melanjutkan kuliahnya dengan alasan dia ga punya muhrim kalo harus kuliah di luar kota. So, untuk mengatasi hal itu sang ayah menjodohkan Anisa dengan anak Kyai juga. Anisa berontak, karena sesungguhnya dia mencintai Khudori. Namun sejak Khudori tidak pernah lagi membalas surat2 nya ataupun berkirim kabar sedikitpun, Anisa mulai patah arang. Khudori yang dia harapkan bisa menyelamatkan dari situasi pelik ini justru lenyap seolah ditelan bumi. Tiap ada tukang pos datang dia selalu menanyakan apakah ada surat untuknya dari Mesir, namun selalu dijawab dengan gelengan. Sampai akhirnya Anisa harus menyerah untuk dinikahkan dengan harapan dia akan diizinkan melanjutkan kuliah setelah mempunyai muhrim. Harapan tinggal harapan, ternyata anak Kyai ini bejat. Anisa sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Keadaan ini diperparah ketika Anisa minta diceraikan (suaminya menghamili wanita lain), tapi tidak disetujui dengan alasan itu satu hal yang lancang dan keterlaluan. Hatinya lebih sakit ketika si ibu mertua justru menyalahkan Anisa, kenapa suaminya bisa selingkuh adalah akibat Anisa sebagai istri tidak bisa melayani suaminya dengan baik. (untung deh Anisa bisa lepas dari suaminya dan bertemu kembali dengan Khudori, sampai akhirnya mereka menikah. cerita lengkap film ini silahkan tonton sendiri..:p)

Gila ya…betapa posisi seorang wanita begitu tidak mempunyai pilihan demi mengatas namakan dosa atau laknat dari 4JJI. Kurasa itu semua akibat pemahaman yang dicampuradukkan dengan nilai budaya setempat.Yang aku tau justru 4JJI sangat menjunjung tinggi harkat & martabat wanita. Buktinya 4JJI memberikan kehormatan dengan meletakkan surga di bawah telapak kaki wanita. Tidak pernah ada satu hadits pun apalagi ayat dalam Al-Qur’an yang melarang wanita untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Memang betul adanya bahwa wanita harus menghargai suami. Bahkan kalo ga salah ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa andai 4JJI mengizinkan manusia menyembah manusia maka kewajiban istri adalah menyembah suami. Tapi tidak berarti bahwa suami berhak semena-mena terhadap istri karena 4JJI pun melindungi hak2 seorang istri, salah satunya adalah hak untuk digauli dan diperlakukan dengan baik.

Yang kadang menjadikan salah kaprah adalah pandangan kuno mengenai wanita itu konco wingking. Doktrin jawa ada yang mengatakan bahwa tempat wanita itu dapur, sumur dan kasur. Tugas wanita itu ya masak, nyuci dan melayani suami. Pendapat itu yang dulu jadi alasan oleh suami untuk membatasi ruang gerak istri. Padahal kalo menurutku sebenarnya kenapa doktrin itu timbul karena untuk mempermudah pemahaman dari Al-Qur’an bahwa seorang istri harus menghormati suami. Sayangnya seringkali pepatah jawa itu hanya diartikan secara harfiah saja. Kita mungkin lupa bahwa Siti Aisyah (istri Nabi) adalah seorang ahli ilmu kedokteran, Siti Khadijah malah seorang pengusaha.

Beruntunglah sekarang wanita yg hidup di masa demokratis dimana bisa bebas untuk sekolah, bebas mengeluarkan pendapat bahkan bebas untuk menentukan pilihan. Tapi justru kebebasan itu kadang jadi bebas sebebas bebasnya. Wanita lupa akan kodratnya sebagai wanita. Banyak istri sudah tidak lagi menghargai suami, seorang ibu yang membuang anaknya sampai istri yang selingkuh. Atau ibu yang memperlakukan anaknya dengan semena mena dengan alasan bahwa ada surga di telapak kakinya shg ibu berhak untuk melakukan apapun terhadap anaknya. Padahal kalo mau direnungkan lebih jauh dari hadits yg menyatakan bahwa “surga berada di bawah telapak kaki ibu” mempunyai dua makna. Yaitu sebagai bukti bahwa 4JJI meninggikan martabat wanita. Dan satu lagi bermakna sebagai amanah. Dengan wanita mendapat predikat seperti itu, maka wanita jg punya kewajiban untuk membuktikan bahwa predikat itu memang layak baginya dengan cara melakukan tugas dan fungsinya dengan sebaik baiknya. Baik sebagai istri, ibu maupun anak. Sebagai istri, wanita punya kewajiban untuk menghormati suami dan menjaga kehormatannya. Sebagai ibu, wanita berkewajiban untuk mendidik dan membesarkan anaknya sehingga kelak sang anak mampu menjadi manusia yg berakhlak karimah. Sebagai anak, wanita memiliki kewajiban untuk menghormati ortu dan mendo’akan ortunya jika ortu sdh tidak ada.

Tugas yang tidak mudah memang. Namun bukan berarti tidak mungkin. Maka belajar dan terus belajar memperbaiki diri, agar layak menjadi Ibu yang mempunyai surga di telapak kakinya adalah amanah bagi wanita..wallahu’alam

10
Jan

Menjelang 2009

Akhir tahun 2008 memang bener2 mendebarkan deh..dimulai sejak dua minggu sebelum akhir taon. Yup..sejak tanggal 22 Desember 2008 ampe tanggal 5 bulan ini (setaun juga kan..) aku mesti gantiin temen yg cuti jadi Pjs COM. Sebenernya kalo Pjs aja si udah beberapa kali. Cuma yang mendebarkan adalah mesti berjaga jaga di akhir taon saat semua target dan seluruh laporan juga mesti selesai. Macam perlombaan, ya saat inilah finalnya.

 

Saat mendebarkan ini sudah dimulai sejak tanggal 17, tiba2 boss manggil dengan muka tegang. Dengan tergopoh-gopoh aku masuk ke ruangan kepala sekolah. Trus langsung dia curhat soal kantor kas yang bakal aku pegang selama dua minggu itu, dananya turun drastis (17.8 M dalam 2 minggu). So, kepala sekolah berpesan kalo aku mesti inventarisir nasabah2 yg dengan suksesnya telah menerbangkan dana di saat genting seperti ini. Maak jang..dalam hati aku sempet merutuk-rutuk, membawa kantor kas itu selamat dari marabahaya (selisih, fraud, transaksi pending) aja udah cukup bikin jantungan. Ini disuruhnya awak ngumpulin dana lagi yg kalo aku mati, hidup trus mati lagi lantas diidupin lagi juga kagak bakal bisa punya segitu..huhuhuhu.. walhasil hari itu juga aku langsung menghubungi kantor kas terkait dan mengunjungi mantan COM sebelum temenku ini. Konon memang banyak nasabah fanatik ma COM sebelumnya. So, begitu nasabah tahu COM nya pindah, berbondong bondonglah tu nasabah melarikan dananya. Untungnya mantan COM cukup kooperatif, secara dia juga masih mempertimbangkan penilaian KPI dia taon 2008 masih berdasarkan kinerja kantor kas itu. Bapak mantan COM ini berjanji akan menghubungi nasabah yg berlarian itu lagi. Yaah, meskipun lom tau ntar gimana hasilnya (seperti kata kang dammar, yang pasti hanya ketidakpastian) tp cukup bikin lega..

 

Nah, itu lom seberapa.. kejadian mendebarkan berikutnya terjadi di hari pertama aku tugas di sana. Kantor kas ini juga kebagian wiken banking. Se medan raya cuma ada satu cabang yang buka di hari sabtu, dan itu adalah kantor kas tempat aku bertugas. Bisa diduga lah, karena satu2nya kantor kas yg buka maka transaksi         hari sabtu dapat dipastikan buanyak bukan main, banyak minta ampun. Terakhir mereka bisa mengumpulkan 4 M dalam sehari itu yg rata2 transaksi hanya 200juta. Biasanya uang sebanyak itu, bakal kita setorin hari senin nya ke pooling cash. Coz limit CIB buat kantor kas itu cuma 1 M plus uang ATM .  kalo lebih dari itu bakal kena pinalti. Sebenrnya dari pagi aku dah kasi tau teller buat remis pagi aja, minimal kita udah ga ada beban lagi. Tapi ada satu teller yang bilang, uangnya jangan dulu di remis kan coz nanti kalo ada nasabah yg tarik tunai takutnya ga ada uang. Lagipula biasanya ada cabang lain yang minta uang di kantor kas itu. Setelah kupikir, ada benarnya juga. So, aku ikutin lah kata teller itu. Sore hari pas mau remis (uang semua udah disiapin) ternyata uangnya kurang seratus juta..(hmmm..ujian apalgi ini..). walhasil langsung lah kusuruh teller itung ulang postingnya, ampe ketemu pokoknya. Sibuk cariin dimana selip tuh duit, ampe setengah lima juga baru ketahuan. Ternyata penyebab selisih ada  teller yg tukar duit tp ga bilang2. bagoossss..bikin orang senam jantung aja. Setelah duit ketemu, ternyata oh ternyata ga bole remis lagi coz memang batas waktu remis ke pooling cash cuma ampe jam 4 sore maksimal. Dah coba minta tolong ma para petugas remis dengan berbagai alasan, tp kagak mau tau juga tu petugas. So, ntah berapa pinalti kantor kas itu gara2 lebihin limit segitu banyaknya. Yaah, apa bole buat lah..:(

 

Itu baru hari pertama. Next day, hari masih pagi ketika telepon sudah menjerit. Operator bilang katanya dari audit kanwil. Yup, tukang audit itu bilang kalo ada beberapa temuan kantor kas yg lom ditindaklanjuti dan harus diselesaikan sebelum akhir taon kalo pengen nilai audit kantor kas bagus. Heheheheh…nasib..nasib…mau tidak mau mulai lah aku menginvestigasi tindak lanjut hasil temuan yg lom di jawab itu. Belum selesai tu pencarian datanglah segerombolan nasabah dengan mata sipit dan menggunakan bahasa yang sama sekali tidak kumengerti. Dengan tergesa gesa datanglah salah satu CS yang kasi tau kalo tu nasabah prioritas. Dana nya bisa sampe 25 M. Dan termasuk salah satu nasabah penyumbang penurunan dana terbesar 2 minggu lalu. Yg bikin pusing nasabah itu native speaker dari negeri tirai bambu yg kagak bisa berbahasa lain, selain bahasa ibu mereka. Biasanya mereka bawa anggota yg orang indo, entah kenapa kayaknya tu nasabah ingin melengkapi penderitaanku selama 2 minggu ke depan. Dengan bahasa tangan pake acara tunjuk2 kertas segala, akhirnya aku tau maksud kedatangan sang nasabah. Rupanya dia mo pinbuk dana dia dari rek USD ke Rupiahnya sebanyak USD 350ribu minta special rate. Untung dia ga neko2 minta special rate nya, pokoknya ga nawar2 lagi deh dari harga yg dikasi CBT. Karena nasabah prioritas, maka dengan inisiatif seorang CS sejati aku langsung bawa transaksi nasabah ke teller untuk di posting. Namun apa yang terjadi, ternyata transaksi itu kagak bisa dieksekusi coz limit transaksi utk kantor kas hanya sampe USD 100ribu. Untuk naikin limit, mesti minta persetujuan area manager. Hmmmm..oke..kutelponlah kepala sekolah itu untuk minta kenaikan limit transaksi USD. Kepala sekolah menjawab, baiklah akan segera di naikkan limitnya. Setelah dinaikkan ternyata kagak bisa diposting juga. Mampus lah..padahal nasabah masih nunggu. So, dengan bahasa tarzan lagi kuberitahu mereka kalo transaksi sedang proses sebaiknya ditinggal dulu aja. Nanti kalo sudah selesai akan dihubungi (padahal aku pun tak tau transaksi itu bisa selesai kapan). Untung nasabahnya ngerti ato pura2 ngerti deh, yang jelas gerombolan itu pergi. Setelah mereka pergi kutelpon IT buat nanyain tu transaksi kenapa ga bisa dieksekusi. Mereka bilang bahwa tidak ada masalah, disuruhnya coba posting lagi. Ternyata lom bisa juga, sampe entah berapa kali aku telpon IT. Setelah kesekian kali baru lah ketahuan kalo limit transaksi COM nya lom dinaikin (hallooooo…dari tadi kemane aje si..). akhirnyaa bisa juga tu transaksi dieksekusi (setelah 5 jam..hihihii). Alhamdulillah..beberapa detik kemudian setelah berhasil posting, nampaklah rombongan itu masuk ke kantor lagi. .:p..fffiiuuhhh.

 

Beberapa hari berikutnya tak ada kejadian yg berarti. Kecuali piket ATM yang harus disiasati supaya bisa berlibur ke luar kota (coz dah janji ma tante wawa n muncyuung libur natal ini mo ikutan ke simalem). Alhamdulillah bisa ikutan ke simalem dengan suksesnya dan lumayan terhibur bisa melihat pemandangan simalem yang tiada duanya itu..:)sayangnya si kherani lagi sakit flu n batuk2 hebat. Mana aku tidur bareng dia lagi. Bisa diduga lah kalo virusnya nyebar kemana mana.

 

Dugaan ternyata betul. Malemnya sepulang dari berastagi badan mulai menggigil, hidung mampheet n tenggorokan atit kalo buat nelen. Supaya ga bablas sakit, minum vitamin c n obat flu yang biasanya cukup manjur. Tapi paginya justru makin parah. Rasanya pengen tidur terus, tapi apa daya dah harus ngantor n ga ada pengganti (secara aku jg pengganti). Akhirnya mau ga mau harus ngantor juga dengan niat ntar kagak terima nasabah, tp mana mungkin lah. Secara di Cabang gitu loh. Dalam kondisi meriang mesti tetep go on lah. Ujian berikutnya datang lagi. Maksud hati mo pulang kantor cepet terus berobat, ternyata muncullah sms dari kepala sekolah yang menginstruksikan untuk berkumpul ke area ntar sore jam 19.00 guna koordinasi menjelang akhir taon. Addduuuhhhhh..rasanya pengen nangis aja…masuk kantor aja dipaksain, ini pake acara rapat lagi. Dan seperti biasa kalo rapat koordinasi minimal baru selesai jam 10 mlm..hiks..hiks..dengan sisa2 kekuatan tetep lah aku hadir di rapat itu. Meskipun dah ga konsen. Entah apa pun yang mereka bicarakan. .alhamdulillah setengah sembilan rapat sudah diakhiri. Tanpa ba bi bu, aku langsung cabut.

 

Paginya mesti ngantor lagi, meskipun badan masih demam. Tapi ada yang cukup menghibur coz nasabah tirai bambu itu memasukkan dananya sampai USD 2.5juta hari itu (pas akhir tahun). So, selisih yang 17.8M bisa tertutupi untuk sementara (yg penting target dana ijo royo2 lah). Tapi ujian lom juga berakhir di penghujung taon 2008 ini, krn kepala sekolah sms lagi, kalo hari itu tutup cabang mesti jam 21.00 dan pastikan bahwa tidak ada perubahan bussiness unit code (BUC)..yaaahhh, batal ke dokter lagi. Terpaksa minum obat seadanya dulu biar ga tambah parah. Padahal sebenernya obatnya cuma satu, yup..tidur..namun apa hendak di kata, lom bisa dilakukan demi amanah…hiks5.

 

Virus merajalela di malam taon baru itu. Aku yang awalnya mo ikutan anak2 gabung di Aryaduta, harus rela cuma ngamar di kosan lengkap dengan kaos kaki, syal, jaket dan selimut. Rasanya badan dah ga karu2an lagi deh..so, taon baru terlewati begitu saja,. Tanpa resolusi, tanpa rencana..hanya do’a yg kurangkai di antara demam ku itu (halah), sebelum akhirnya jatuh tertidur sebelum terompet taon baru berbunyi.

 

Esok paginya, anak2 gerombolan aryaduta mampir ke kosan nganterin sarapan sekaligus mo ngajakin gabung. Begitu melihat kondisiku, mereka langsung maksa buat ke rumah sakit. Thanks to all of you, guys..(wak genk, prime, intan kokom n dwi).

 

Dan libur taon baru itu kuhabiskan dengan meringkuk di kamar. Nonton film, tidur, baca buku, tidur lagi. Keluar kamar hanya buat beli makan, itu pun terpaksa, karena mbok dul ga ada temen buat makan n ga mau kalo mesti keluar sendirian. Tapi ternyata 4JJI lom memberi sertifikat lulus ujian karena Sabtu, ternyata 2 ATM ga bisa mengeluarkan uang. Terpaksa hujan2 mesti berangkat ke kantor juga. Ternyata satu ATM, duitnya habis. Satu ATM lagi ada duit yang nyangkut n ga bisa diambil kecuali oleh teknisinya. Terpaksa nunggu teknisi yang katanya baru bisa sampe 19.30 coz jalanan macet (waktu itu baru pukul 18.30). sabaar..sabaar.. dan ternyata teknisi baru hadir jam 20.15 n pekerjaannya baru kelar jam 21.00. virus yang tadinya mau mati jadi merajalela lagi gara2 kehujanan. Namun apa hendak dikata..mungkin sinyal dari badan juga kalo perlu istirahat.  

 

Senin, 5 Januari 2009, sebenernya lom sembuh betul. Masih sering batuk2, tapi hari itu juga hari terakhir di kantor kas, jadi serah terima lagi. Alhamdulillah semua aman dan dapat terselesaikan meskipun tertatih tatih.

 

Yaah..itulah pengalaman di penghujung 2008. satu pengalaman hidup lagi. Saat ngalaminnya memang betul2 menyiksa, tapi pasti ada hal yang ingin disampaikanNYA dan semoga aku bisa mengambil ibroh dari itu semua..insya4JJI..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19
Dec

Belajar Dari “Ayah”

Ternyata banyak juga yang bisa kudapatkan dari hasil mendengar dan berkeliling Medan Raya. Yup, tugasku sekarang ini adalah berkeliling Cabang untuk observasi. Dari hasil berkeliling itu banyak yang kutemui dari tukang bentor ampe kepala cabang. Berinteraksi dengan orang-orang itu ternyata unik. Dari yang punya pikiran nerimo alias pasrah ampe ambisi tingkat tinggi. 

 

Sebenernya aku mo cerita tentang “Ayah”. Siapa dia? Yup “Ayah” adalah panggilan beken untuk driver kantor, “ayah” yang biasa nganterin aku keliling Medan. Bahkan sampai nganterin ke Sun Plaza atau Tiara juga “ayah” lah yang berjasa. Pertama kali kenal si, agak segan juga. Maklum “ayah” bertampang sangar dengan tipikal raut muka Batak komplit dng rahangnya yang kokoh sekaligus pendiam. Tapi jangan salah, meskipun bermarga ayah seorang muslim. Ayah justru yg sering ngingetin aku buat sholat kalo kita lagi jalan.

 

 Seringnya si aku ngoceh sendiri kalo di jalan, sebelum akhirnya aku jatuh tertidur karena ngrasa dicuekin..hehehehehe.. Lelaki berusia awal lima puluh an ini memang tempat meminta nasihat bagi teman2 nya yang lain, maka nya dia dipanggil “Ayah” karena dianggap ayah semua orang.

 

Setelah beberapa bulan kemana mana bareng ayah, at last pelan-pelan dia mau berbagi juga ma aku. Awalnya ga terlalu dalam si, seputar pekerjaan saja. Paling-paling cerita dulu dia pernah nganter siapa aja, tempat makan yang biasa dikunjungi Kepala Cabang (FYI: ayah manggil semua pejabat2 itu Kepala Cabang, ga peduli Group Head keukeuh dia bilang itu Kepala Cabang..sutra laah..:p), tipe2 kepala cabang..hehehehe..ayah pula yg pesen supaya aku hati2 dng orang2 tertentu..ternyata karena ”ayah” diem justru dia dapet banyak informasi.

 

Makin ke sini bukan hanya masalah pekerjaan yg dia ceritakan. Dia juga bercerita, dulu bagaimana dia ketemu ma istrinya dan mereka jatuh cinta..hihihihi..lucu..yang seru adalah perjuangan hidup ayah. Pada kesempatan yang lain dia bercerita tentang hidupnya. Dia hanya lulus SD taun 1973. setelah itu dia tidak dapat melanjutkan sekolahnya karena sebagai sulung dari lima bersaudara dimana orang tua mereka hanya buruh tani, dia bertanggung jawab pula akan adik2 nya. Selepas SD, ayah jualan kue bikinan ibu nya keliling kota. Agak besar sedikit, ayah narik becak untuk membantu sekolah adik2nya. Sampai akhirnya dia bisa belajar nyetir karena dia kerja di bengkel. Sesudah bisa nyetir inilah, kehidupan ayah agak membaik. Ayah bisa diterima bekerja di salah satu perusahaan Jepang dengan gaji Rp 46.000,- di taun 1984. di taun itu juga, ayah berumah tangga dan tahun 1986 lahirlah anak pertama ayah. Entah berkah si bayi atau memang udah rezeki badan, taun itu pula ayah bergabung dengan Bank Exim dan diangkat sebagai pegawai tetap. Meskipun hanya sebagai driver tp dng status pegawai tetap cukup membuat kesejahteraan keluarga kecil ini membaik.

 

Lalu apakah perjuangan hidup seorang ayah sampai di situ? Tentu tidak. Perjuangan berikutnya adalah membesarkan buah hatinya. Ayah dikaruniai 3 orang anak. Yang tentu saja ketiganya perlu makan, sandang dan pendidikan. Kebayang dunk gaji seorang driver. Untuk itu istri ayah (orang rumah, kalo medaners bilang) punya bisnis katering kecil2an, namun berhenti di tengah jalan karena sang istri capek. Beberapa tahun berikut hanya mengandalkan gaji ayah sampai akhirnya ayah buka usaha jadi agen minyak tanah.  Bahkan anaknya sempet jadi driver juga di salah satu cash outlet supaya bisa tetep nerusin sekolah. Anak ayah ini juga patut diacungi jempol karena selain dia gigih, dia juga ga malu. So, selain jadi driver, dia juga kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Medan. Pagi dia kerja, malamnya mesti kuliah Akhirnya si anak ini lulus dengan nilai yg lumayan memuaskan. Karena kerja nya yang bagus, si kepala kantor kas berani merekomendasikan dia saat si anak ini melamar jadi frontliner. At last diterima lah anak ini.

 

Ayah senang bukan main, senang minta ampun atas pencapaiannya. Tentu ayah patut berbangga atas keberhasilannya itu. Perjuangan dia puluhan taun akhirnya berbuah juga. Siapa yang sangka anak seorang driver bisa naik pangkat jadi pegawai, dan bukan hal yang mustahil jika suatu saat nanti ayah jadi ”driver” anaknya sendiri..

 

Ada pelajaran yang bisa kuambil dari kisah hidup ayah. Bahwa kesabaran dan keuletan akan berbuah manis asal kita melakoninya dengan ikhlas karena roda kehidupan itu terus berputar. Kalo kita sedang di atas ingatlah bahwa kelak pasti kita akan di bawah juga. Kalo kita di bawah, sabarlah bahwa kita pasti akan di atas juga. Yang sering ayah pesankan padaku adalah:”Mbak, 4JJI itu tidak pernah salah dalam memberi rezeki. Jangan iri dengan nasib/rezeki orang lain..”

 

Yup..terima kasih ayah. Hari ini aku dapat pelajaran hidup darimu..insya 4JJI..

05
Dec

Suara Hati..

Hmpphhh…setelah berbulan bulan ga baca Kompas, baru pagi inlah aku baca koran pagi favoritku itu dengan seksama & dalam tempo sesingkat-singkatnya..halah… Selama ini bukannya ga baca si, paling cuma sempet baca headline nya doang, trus liat nilai  tukar rupiah berapa, udah deh..next sibuk bikin laporan, program service seminggu ke depan, jadwal coaching frontliner, rapat, ato keliling Medan raya. Ga sempet buat baca secara detail. Baru pagi inilah aku sempat baca Kompas edisi hari ini, se tajuk rencana nya sekaligus surat pembaca. Yup dari Rabu lalu ampe Jum’at ini lumayan longgar coz Kepala Sekolah ada Raker di Jakarta n baru balik Senin depan…hehehehe..bebas bas bass…kemarin aja baru ngantor jam 10.00, pas ada telpon dari kantor kubilang kl observasi ke salah satu Cash Outlet..hihihihi..bandal kali pun..sekali kali kan bole dunk jadi bandal..:p

 

Ternyata sedemikian carut marutnya ekonomi dunia. Selama ini aku cm mikir diri sendiri, dun know n dun care bout sekeliling. Mau sekitar hujan badai, tsunami sekalipun sepanjang kehidupanku tak terusik, mah bodo amat. Baru setelah aku baca Kompas pagi ini, ternyata banyak hal yang aku lewatkan. Mulai dari serangan teroris di Mumbai, wabah kolera yg menyerang Zimbabwe ampe Bandung Selatan n Timur yg terendam banjir. Atau keberhasilan siswa SMA I Bulukamba Sulawesi Selatan untuk membuat briket berbahan dasar buah kelumpang. Peristiwa itu membawa aku pada kesyukuran yg tak terhingga atas apa yg telah DIA limpahkan padaku.

 

Selama ini yang ada di otakku hanya kapan, kembali ke Jawa, seolah kembali ke Jawa akan menjamin kebahagiaan hidupku. Atau..sibuk bikin rencana supaya nilai pelayanan di Area yg menjadi tanggung jawab ku mencapai target. Seolah jika itu terjadi akan menuntun langkahku ke kehidupan yang lebih baik. Dan apabila kedua hal itu belum kudapatkan, aku meratapi nasib akan kesialanku (astaghfirullah hal’adziim..) Aku lupa bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang kurang beruntung yang harus berjuang keras demi sesuap nasi. Aku lupa bahwa masih banyak anak-anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan karena kurang mampu, padahal punya kemauan dan intelegensia. Aku lupa bahwa banyak orang lain yang harus berjubel antri sekedar mendapatkan sekilo beras. Aku lupa bahwa di luar sana banyak pengangguran yg sedang berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. Aku lupa bahwa ada orang yang rela mengeluarkan miliaran rupiah demi mendapatkan kesehatannya kembali. Aku lupa bahwa ada anak yang menangis karena tidak pernah mengenal siapa orang tuanya.

 

Betapa naif nya aku selama ini Ya Rabb, yang buta terhadap nikmat Mu. Oleh karena itu ampuni aku, lindungi aku dan jangan Kau ambil iman ku untuk tetap meyakinimu sebagai satu-satunya penolongku. Tak ada yang mampu menolongku selain Engkau Ya, Rabb penguasa alam semesta. Ikhlaskan aku & Sabarkan aku untuk tetap istiqomah di jalanMu..amiin..

 

04
Dec

Do’aku…Harapanku..

Ya Rabb, Engkau Mahabesar, kekuasaan-MU pasti lebih besar daripada masalah hamba. Engkau Mahabesar, ampunan & Rahmat-Mu pasti lebih besar daripada dosa hamba. Dan Engkau Mahabesar, karena kebesaran-Mu maka tak layak bagi hamba untuk berputus asa.

Ya Rabb, Engkau Mahatahu ya Rabb, hamba yang berbuat dosa, selayaknya memang hamba yang menanggung segala akibatnya. Tapi hamba juga tahu, bahwa samudera ampunan-Mu begitu luas, sehingga mampu membebaskan hamba dari segala akibat. Lantaran inilah harapan hamba muncul, maka jangan Engkau pupuskan harapan hamba ya Rabb..

Ya Rabb, di tengah lautan permasalahan kehidupan yang hamba hadapi, baik yang hamba hadapi sendiri, ataupun yang muncul akibat kebodohan & kelalaian hamba, hamba tidak pernah ingin berhenti berharap, bahwa Engkau tidak akan menutup mata terhadap kesalahan-kesalahan hamba, dan segera membentangkan lindungan & pertolongan-Mu di atas kehidupan hamba.

Ya, Rabb di tengah keterbatasan hamba menutupi kesalahan-kesalahan hamba & berjuang untuk hidup & kehidupan, hamba tidak pernah ingin berhenti berharap, bahwa Engkau tidak pernah akan lari dari kehidupan hamba, betapapun hamba adanya.

Semoga harapan-harapan hamba ini tidak menjadi harapan kosong di mata-Mu, Engkaulah ujung segala harapan, Engkau bukan manusia yang punya kesabaran terbatas, karena Engkau adalah Tuhan Semesta yang tidak pernah mempunyai batas.

 

-Kun Fayakun By Ust. Yusuf Mansur-

22
Nov

Ibumu…Ibumu…Ibumu….& Ayahmu..

Seperti kata orang bijak, ada suka-ada duka, ada tangis-ada tawa, ada sedih-ada bahagia. Begitu juga dengan kunjunganku ke Jakarta kemarin. Selain bersenang-senang, ada pula sedihnya. My waib(istri kenichi) mesti dirawat di RS karena dalam rahimnya ada miom, pdhl my waib lagi hamil.

Jum’at lalu sempet nengok my waib di RS Asri, di Jl. Duren 3 . Gara-gara miomnya itu membuat my waib kesakitan, sempet hampir pingsan ketika mau kekamar mandi. Untung Kenichi lom berangkat kerja, jadi my waib langsung dilarikan ke Rumah sakit. Setelah diperiksa dokter, miom my waib sepanjang 8 cm. padahal janinnya hanya sepanjang 7 cm. jadi yg bikin my waib kesakitan karena janinnya menekan tu miom. Yang cukup melegakan, si dokter bilang kalo miom itu akanbisa keluar bersamaan lahirnya janin. That’s mean ampe my waib melahirkan, my waib akan tetep ngerasain sakitnya tekanan janin ke miom tersebut. Kebayang ga si, itu berarti ampe 6 bulan ke depan (kandungan my waib sekarang 3 bulan) my waib harus ngrasain sakit itu. Untungny dokter memberi obat pengurang rasa sakit & vitamin, jadi cukup membantu lah..

Duuh..jadi inget ama ibu ..kebayang ga si dulu betapa ibu tu bertaruh nyawa utk bisa melahirkan aku. Apalagi katanya, dulu waktu lahir aku berbelit usus (sungsang, kl org jawa bilang), yg membuat proses ibu melahirkan lebih susah. Belum lagi ni, waktu kecil aku kena bronchitis. Kalo lagi kambuh, aku bisa batuk2 semalaman ga berhenti2. dat’s mean ibu ga bisa tidur nyenyak, ato bahkan ga bisa tidur sama sekali hanya utk jagain aku. Dan waktu itu, ibu ga mau digantikan oleh siapapun utk berjaga. Katanya si,kl ada apa2 denganku..ibu bisa tau. Beranjak ke bangku sekolah, ibu jg yg nganterin ke sekolah di hari pertamaku. Ibu jg yg membimbing aku utk ngerjin pe er-pe er ku. Tapi kl masalah belajar ini, ibu gualaknya minta ampyuunn..aku bisa kena pukul gara2 lemot ga ngerti2 juga. .ternyata lemot tu mmg bawain orok kali ye..hwekekeke…tapi sempet aku memergoki ibu menangis pas aku tidur, dalam isakannya ibu bilang kalo ibu nyesel tadi sempet keras ma aku..yah, secara mungkin ibu tau kalo anaknya ini bakalan jadi artis cantik..huehehehehe..Makin ke sini, aku makin sadar betapa ibu sangat mencintaiku, lepas dari semua kekurangan & kelebihannya sebagai manusia.

Selain ibu, memori masa kecilku juga tak lepas dari peran bapak. Dulu kalo aku ibu memukulku trus aku nangis gara2 kelemotanku, bapak selalu belain aku. .hehe..waktu SMU,bapak juga yang dengan setianya membuatkan susu coklat panas kalo aku lg SKSD (sistem kebut semalem deh..:p) karena mau ulangan umum. Trus bapak juga yg dengan semangatnya ngambilin rapotku ke sekolah. Bapak yang bangga dengan prestasi-prestasi yg aku raih (kalo ibu lbh memandang, prestasi itu adalah hal yg sewajarnya. Jadi bukan hal yg luar biasa..:p). Trus bapak juga yg suka memboncengkan sepeda, ketika aku lom bisa nae sepeda. Bapak doyan banget nae sepeda. Waktu mudanya dulu Bapak pernah bersepeda dari Cepu ke Solo. Dan Bapak seneng cerita berulang-ulang ttg itu..maklum itu satu-satunya prestasi Bapak si..hehehehe…tapi sekarang Bapak udah ga ada. 4JJI memanggilnya ketika, bapak berusia 83 tahun di 2006 lalu..kini rasa rinduku untuk bapak hanya bisa kusimpan dalam hati. Kadang pengeen banget ketemu, tapi ga mungkin ya…yaah..kita baru nyadar betapa berartinya seseorang buat kita, ketika dia udah ga ada lagi buat kita. tapi kenangan2 & rasa sayang bapak, tak akan bisa terganti. Dan dia akan selalu ada di hatiku.

So, pantaslah Sabda Rasulullah SAW ketika Beliauditanya :”Ya Rasul , siapa yg harus kami hormati di dunia ini.? Beliau menjawab: ibumu..lalu ibumu..ibumu..kemudian ayahmu..” let’s do something for them sebelum semuanya terlambat. Karena kesempatan belum tentu datang dua kali & waktu tdk dapat kembali..

17
Nov

Seminggu di Jakarta

Minggu lalu , akhirnya ke jakarta gretong lagi..:p jadwal  training udah ada sejak Oktober lalu si. tapi karena satu & lain hal, membuat diriku tak bisa meninggalkan Medan raya..Sebenernya dah males ngurusin. masih dapet training sukur, kagak jg gpp..tp jadi semangat buat hubungin LCG, pas tau kalo jadwal Recognition Program Nasional tu sama persis ama jadwal training  yg mau kuikutin. so, dengan semangat menyala kuhubungilah LCG. alhamdulillah kuota buat training itu masih ada. tinggal nego ma boss supaya diizinin pergi deh..setelah dengan dalih mo mendampingi anak2 Kanwil I yg mo maju lomba tingkat nasional, si boss merestui kepergianku ke Jakarta..(alasan sebenernya si mmg ak bosan, pengen maen ke Jakarta. ..:p)

ga seperti kepergianku buat training yg lalu2..kedatanganku ini ngepasin banget ma banyak moment lumayan penting. mulai dari pengajian Ming Tse, ampe jalan2 ke Dufan buat ngrayain ultah Bank terbesar se Indonesia Raya ini. dan senengnya lagi training kali ini bareng ma Supit, notabene dia tetangga kamar di Amal. serendipity nya lagi, tu anak semeja ma aku waktu training. entahlah..terlalu banyak kebetulan di sini. tapi kata Master Oogoway (Kungfu Panda) ga ada yg namanya kebetulan, adanya takdir. .:)

nyampe di jakarta minggu siang 9 November. dari bandara langsung bertolak menuju rumah Ming Tse di Joglo.  setelah harus menelpon ateng yg dipindah tangankan ke ming tse dan dilanjutkan oleh p-man, sampela aku n supit di rumah Ming Tse. ampe di sana acara sudah bubar. gpp deh, yg penting bisa kumpul ma eks agame lagi..:p

habis dari rumah Ming Tse, Kenichi nganter kami menuju Aston. tapi sebelumnya kami makan dulu di Daeng Tata. this is my first experience to eat Cotto Makasar. mirip2 sop, tapi yg ini lebih spicy..

hari pertama di jakarta, ikutan acara Art Performance nya Recognition Program. Kanwil I ga menang si, yg penting ketemu lagi ma beberapa temen lama. trus hari kedua, selesai training (thanks God, trainingnya dah berakhir jam 15.30 WIB) Supit n aku belanja ampe kaki pegal di Ambassador. baru mo pulang hotel jam 20.00. pas kita berencana mo cari taxi, si Ateng menelpon dan langsung memberikan keputusan utk menjemput kami di Ambassador dan akan nganterin ke hotel dengan syarat nemenin dia makan malam dulu. apa daya, kalo ateng dah memutuskan ga mungkin dibantah lagi. so, kami mampir ke mutiara 68 (seafood restaurant) di daerah Tebet.

hari berikutnya, selepas training kami kembali hunting ke Galery Batik Keris di daerah Menteng. batik di sono keren2, euy..bukan hanya modelnya, coraknya jg paten habis. lom puas kami liat batik di situ, perjalanan kami lanjut ke Sarinah Thamrin. di Sarinah, pilihan batiknya lebih banyak, tapi harganya menakjubkan juga. puas melihat batik, kami makan di Bakmi GM, dah lama juga ni ga nyantap ni Bakmi, secara ga ada di Medan.

Hari ke empat, setelah training, demi wak genk..aku ma neng epri n ninol janjian ke Plaza Senayan untuk menghadiri acara Khatulistiwa Award. karena kami hadir terlalu awal, kami memutuskan untuk nangkring dulu di Haagen Daaz (kebetulan lg ada program diskon 50% ). dari Haagen Daaz, kami meluncur ke lokasi award si Wak Genk. pulang dari Senayan dah 21.30. ampe di hotel tinggal tepar aja.

hari jum’at, aku ma supit berencana mo ke glodog buat hunting DVD2 yg okeh. tapi siang harinya kami mendengar kabar kalo my waib masuk rumah sakit. so, aku n supit memutuskan untuk menjenguk my waib. yg bikin bete adalah macetnya jakarta. Masa’ dari Kebon Sirih ke Pancoran ampe 2 jam si..:(

hari Sabtu, jadwalnya buat bangun siang. si neng epri n Sabaria mau nemenin di hotel. jadi kami baru tidur larut malem setelah bed time story n kangen2an..hehehehe..trus sorenya Korry n Grace menjemput kami di hotel untuk acara ke dufan n Bandar Jakarta buar ngrayain ultah Rio. malam itu acara ga berhenti di ultah Rio aja, tapi kami lanjutin jalan ke Backstage, tempat nangkring yg ada live musicnya. di sana lumayan lama sebelum akhirnya kami cabut.

hari minggu, bangun siang lagi..trus baru packing buat perjalanan ke Medan. 12.30 baru cabut dari hotel karena pesawat ke Medan jam !6.00. tepat sesuai jadwal pesawat take off menuju Medan..C U soon Jakarta..insya4JJI..:)

01
Nov

Ambisi, Ego Atau..Cinta..

Terinspirasi dari kata-kata “bermutu” yang dikatakan wak genk (tumben dia menggelontorkan kata2 bermutu, selain gosip..:p) aku jadi memikirkan kata2 itu. sepanjang jalan dari sun ke waroeng sandwich bakar di guru patimpus, otakku sibuk berimajinasi ttg kisah yg bisa hadir dari kata2 wak genk. kata itu simple, tapi dalam. dan mungkin memang itulah yang terjadi di kehidupan kita. jadi si genk bilang gini: “sul, kau tau ga kalo orang di dunia ini mempunyai 3 hal yaitu: orang yang sangat kau cintai, orang yang sangat mencintai kamu trus orang yang akan menghabiskan sisa hidupnya bersamamu. dan 90% ketiga orang itu tidak sama.” hmmm…kalo dipikir bener juga kali ya..dalam hidup, kita memiliki orang2 itu. tapi belum tentu orang2 itulah yg akan berbagi hidup dengan kita. terkadang ada hal2 yang membuat kita tidak bisa memutuskan utk hidup dng orang yg kita cintai. kadang ambisi, ego, dan kenaifan kita yg membuat cinta itu tidak bisa bersama. tapi apa daya memang cinta tidak selamanya harus dimiliki.

eh, jadi inget kisah seorang CEO perusahaan besar. yg konon dia memilih untuk menikahi anak seorang komisaris yg akan memuluskan jalan nya untuk menuju puncak kekuasaan. padahal dia mempunyai wanita yg dengan setia mendampinginya melewati saat2 si CEO itu bukan siapa2. dengan setia sang wanita berdo’a dan bertirakat demi keberhasilan sang CEO.  bukannya sang CEO tdk mencintai tu wanita. justru cinta sang CEO pada si wanita itu. tapi dia tidak akan meraih puncak kekuasaan jika dia memutuskan untuk bersama dengan si wanita. Padahal dia memiliki semua kemampuan dan intelegensia yg dibutuhkan untuk menjadi seorang CEO handal. yg dibutuhkannya adalah koneksi untuk menuju puncak. Dan akhirnya ambisi itulah yang dimenangkan. Sang CEO menikah dengan putri komisaris. Lalu apa yang terjadi dengan si wanita? Dia hanya bisa meredam rasa sakit dan kecewa di hatinya. dan mengikhlaskan kekasihnya untuk meraih apa yang didambanya. si Wanita hanya bisa melihat kekasihnya dari kejauhan atau dari surat kabar. dan turut berbahagia atas kesusesan2 yg diraih sang CEO. Akhirnya sang CEO memang berhasil meraih apa yang dia inginkan.  Unfortunately ternyata berada di puncak kekuasaan tidak seindah bayangan. sang CEO senantiasa terkenang dengan ketulusan cinta kekasihnya. so, utk mengobati dukanya, sang CEO menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Yah, itulah hidup. setiap pilihan mempunyai konsekuensi masing2. dan ketika kita sudah memilih, kita tidak bisa berpaling lagi. ..

So, mana yang akan kita pilih: ambisi, ego atau cinta ..just think it clearly before we decide..:)